Kenali Ciri-ciri Stroke pada Anak dan Cara Mengatasinya

pengobatan stroke ringan, gerakan terapi stroke, laporan pendahuluan stroke non hemoragik, serebrovaskular, cara mencegah stroke ringan, stroke batang otak, diagnosis tia, stroke usia muda, cara mengatasi stroke sebelah kiri

Memastikan si kecil selalu sehat adalah kewajiban utama para orang tua. Untuk itu, pemeriksaan kesehatan rutin perlu dilakukan pada usia-usia tertentu, sehingga jika ada sesuatu yang janggal dalam tumbuh kembangnya dapat segera ditangani sedini mungkin, termasuk gejala stroke pada anak. Tidak hanya pada orang dewasa, stroke juga dapat menyerang anak-anak, utamanya karena faktor keturunan atau karena adanya kelainan pada pembuluh darah atau cacat bawaan sejak lahir, misalnya aneurisma aorta. 

Memang tidak banyak kasus mengenai anak yang menderita stroke, namun mengenali ciri-ciri stroke pada anak dapat membantu orang tua menjadi siaga dan tidak bingung menanganinya jika mengalami kondisi tersebut.  Pertolongan awal stroke yang segera diberikan juga bisa memberikan peluang lebih besar agar si kecil dapat diselamatkan atau mengurangi risiko tinggi terkena masalah kesehatan jangka panjang, misalnya kecacatan.

Ciri-ciri Stroke pada Anak

Ciri-ciri stroke pada anak sebenarnya hampir sama dengan gejala pada orang dewasa. Namun, terkadang orang tua tidak menyadari bahwa gejala yang sedang dialami oleh si kecil merupakan gejala awal anak menderita stroke. Berikut beberapa gejala stroke pada anak yang umumnya terjadi: 

  1. Wajah Tidak Simetris
     

Salah satu ciri yang paling terlihat adalah kondisi wajah tidak simetris. Anak jadi sulit untuk tersenyum atau menggerakkan salah satu sisi wajahnya karena terasa kaku atau mati rasa. 

Jika anak Anda mengalami ciri seperti ini, segera bawa si kecil ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih awal agar tidak menjadi semakin parah dan juga dapat diketahui penyebab dari gejala tersebut.

  1. Kejang
     

Ciri-ciri stroke pada anak selanjutnya adalah terjadi kejang secara tiba-tiba. Meskipun kondisi seperti ini tidak selalu terjadi, tetapi Anda wajib mewaspadai kondisi kejang pada anak. 

  1. Hilang Keseimbangan Tubuh
     

Kondisi ini dapat dialami penderita stroke orang dewasa dan juga anak yang biasanya ditandai dengan kesulitan berjalan karena kehilangan keseimbangan maupun saat berdiri. 

  1. Tumbuh Kembang Terhambat
     

Ciri-ciri stroke pada anak juga bisa ditandai dengan terhambatnya tumbuh kembang si kecil. Sebagai orang tua, Anda perlu memantau perkembangan anak secara rutin untuk dapat mengetahui apakah perkembangan si kecil berjalan dengan normal atau malah sebaliknya. 

Memeriksakan si kecil ke dokter secara rutin merupakan cara terbaik untuk mengetahui kondisi tubuhnya.

Efek Stroke pada Anak
 

Sama seperti orang dewasa, stroke pun memberikan efek untuk si kecil. Efek stroke pada anak atau remaja sebenarnya bisa hilang secara berangsur-angsur, tergantung dengan kondisi kesehatannya juga gejala awal yang diderita. Berikut adalah beberapa efek stroke pada anak yang dapat timbul.

  1. Hemiparesis
     

Hemiparesis merupakan kondisi ketika salah satu sisi tubuh mengalami kesemutan atau sulit untuk digerakkan. Kondisi ini tentunya harus segera ditangani agar tidak ada gejala yang berkelanjutan. 

  1. Afasia
     

Afasia merupakan kondisi kesulitan berbicara.

  1. Hemiplegia
     

Hemiplegia merupakan kondisi lumpuh di salah satu sisi tubuh.

  1. Perubahan Suasana Hati
     

Perubahan suasana hati juga menjadi salah satu efek stroke pada anak. Ketika anak kehilangan kontrol emosionalnya, hal ini bisa saja berhubungan dengan kejadian stroke yang menyerang bagian otaknya.

Cara Mengatasi Stroke pada Anak
 

Penting bagi orang tua untuk mengetahui cara mengatasi stroke pada anak agar mereka bisa memberikan pertolongan pertama dengan baik bila si kecil mengalaminya.

  1. Pemberian Oksigen
     

Saat terserang stroke, biasanya anak akan kesulitan untuk bernapas. Berikan ruang di sekitarnya agar ia tidak sulit bernapas atau merasa sesak. Anda juga dapat segera membawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan oksigen tambahan.

Jika gejala stroke termasuk sering terjadi, Anda dapat menyediakan tabung oksigen di rumah agar tidak kesulitan memberikan oksigen tambahan jika tidak sempat membawanya ke rumah sakit.

  1. Transfusi Darah
     

Stroke bisa muncul dengan dimulainya gejala ringan hingga berat. Keparahan dapat terjadi jika pembuluh darah pecah. Kondisi ini membuat si kecil membutuhkan transfusi darah segera agar tidak kehabisan darah.

  1. Pemberian Obat Sesuai Anjuran Dokter
     

Obat-obatan yang diberikan oleh dokter sebaiknya dikonsumsi rutin sesuai dengan yang dianjurkan agar gejala stroke pada anak tidak kambuh lagi.

Dengan mengetahui ciri-ciri stroke pada anak dan semakin cepat stroke pada anak ditangani, risiko perburukan kondisi atau komplikasi pun juga dapat diminimalkan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter / terapis terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis / kestrad (kesehatan tradisional) secara tepat.